Sejak hari itu, aku tak lagi takut hantu
Akhirnya, perjalanan membawaku ke tempat-tempat yang cukup tak terduga. Dengan segala tawa, tangis, dan carut-marutnya. Sampai aku hampir melupakan blog ini; halaman yang selalu ingin kupersembahkan pada seseorang yang tak lagi betukar kata-kata denganku. Sore ini di kamar kos, tubuhku hampir gemetar lagi oleh kecemasan. Di tengah rebah, setengah lelah. Di sela hening, ada monster yang diam-diam mecoba bangkit. Tapi saat itu juga aku sadar bahwa ini bukan saatnya bagi kecemasan-kecemasan semacam itu melemahkanku; mengganggu jiwa, apalagi berlanjut merusak hidupku! Alhasil, segera kurapikan barang-barangku. Laptop, kosmetik, buku-buku. Kumasukkan semua dalam ransel. Aku bergegas keluar kos, mengenakan slip-on, beranjak pulang menuju rumah. Ya, keluarga. Sekarang aku percaya keluarga adalah perwakilan Tuhan yang menjagaku tetap baik-baik saja meski di tengah kekacauan. Sepanjang perjalanan pulang aku tak hanya merindukanmu. Tapi juga kusempatkan menerawang kembali dari mana kecemasan itu...