Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Aku ingin menjadi sepertinya

“Aku ingin bertanya, apakah kamu juga berpikir aku tampak berbeda. Mereka bilang ini bawaan lahirku. Mereka bilang aku terlahir berbeda.” - Mouse (2021) Apakah kamu adalah orang yang seringkali mendapat omelan untuk menjadi sosok yang berbeda dari dirimu yang sebenarnya? Apakah kamu adalah orang yang sering mendengar kata-kata semacam; mengapa kamu tidak begini, mengapa kamu tidak begitu, mengapa kamu tidak sepertinya, bahkan dari orang-orang terdekatmu? Pernahkah kamu mengatakan kepada mereka? Bahwa kamu juga ingin sekali menjadi seperti orang-orang yang kerapkali dibanding-bandingkan denganmu. Atau lebih tepatnya, kamu pernah ingin sekali menjadi sepertinya. Dia yang nampak lebih sempurna dan bisa melakukan lebih banyak hal daripada dirimu. Bahkan sampai sekarang, kamu masih sering membayangkan bagaimana jadinya jika kamu dilahirkan sebagai dia dan bukannya dirimu yang sekarang. Apakah semuanya akan berjalan lebih baik? Apakah orang-orang akan berhenti membandingkanmu dengan orang la...

Teruntuk seseorang yang …

  Halo, apa kabar? Aku Nadya. Tujuanku menulis ini mungkin sekadar untuk mengeluarkan isi kepalaku beberapa waktu belakangan ini. Dan jika semesta mengizinkan, tentu saja aku berharap kamu akan membacanya. Akhir-akhir ini segalanya menjadi semakin tidak terarah ya? Bagaimana denganmu? Aku akan selalu curiga bahwa setiap orang akan melalui segala yang lebih baik dari yang aku lalui, termasuk kamu. Saat kamu membaca ini, mungkin kamu akan bertanya-tanya mengapa kamu orangnya? Percaya atau tidak, aku pun mempertanyakan hal yang sama. Sekarang aku memang masih terlalu muda. Tapi bagaimanapun, aku bisa berkaca pada beberapa orang atau teman yang pernah aku temui. Selama ini aku melihat setiap orang dari sisi kuatnya, sisi lebihnya. Tentu saja aku tahu betul bahwa setiap orang memiliki kekurangan, kelebihan, juga luka. Sebenarnya semua itu imbang, bukan? Dan kita semua memilikinya. Katanya, setiap orang tumbuh dewasa beriringan dengan luka dalam jiwanya. Aku sangat memperca...

Berdamai dan Memaafkan

Menuju  Kemenangan Kemanusiaan Setiap tahun, di antara hari ramadhan dan idul fitri, kemungkinan besar ada satu hal yang terlewatkan. Kita telah menahan nafsu selama sebulan penuh. Rela bangun tengah malam dan menghabiskan uang lebih banyak dari hari biasanya – tentu saja untuk takjil dan apa-apa yang baru untuk lebaran. Rela disibukkan saat perut kosong dan begadang semalaman untuk mempersiapkan idul fitri. Tapi, bagaimana dengan dirimu sendiri? Sudahkah kamu menerima, berdamai, dan memaafkannya? Karena saat malam hari, sebelum paginya kita duduk bersimpuh sambil meminta maaf pada kedua orang tua, harusnya kita berkaca dulu untuk beberapa saat. Mengatakan pada orang yang berada di balik cermin. “Aku tahu kamu telah bekerja keras selama ini, tapi aku hampir-hampir tak pernah mengingatnya. Maaf karena terlalu menuntutmu untuk ini-itu. Maaf karena tidak pernah menghargai kerja kerasmu untuk bertahan sampai sejauh ini. Maaf karena aku seringkali terbawa perkataan orang-orang di...