Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Don Quixote dan Kita Semua

  Don Quixote dan Kita Semua Justru   Justru karena tenung, telah diselamatkan kita dari jemu zaitun dan warna sama pohon-pohon encina . Memang masih ada sore yang hanya itu satu dusun yang tak berubah. Tapi ternyata hari bisa berkelindan dengan mimpi, dan kau dan aku lahir kembali, tercengang dalam cinta yang fiktif, percaya pada harap yang tak sungguh-sungguh.   Justru karena tenung, aku tak akan membebaskanmu.   Kemarin kucambuk sendiri tubuhku, sakit, agar bangun, tapi apa yang tejadi? Mimpi itu hanya berubah sedikit: balur di kulit itu jadi garis biru, seakan huruf pertama Sayid Hamid, sang pencerita yang membuat kita ada. Sejarah memang bisa seperti luka gores. Tapi lihat, hidup adalah tenung: aku milik Sahibul Hikayat, engkau kisah Cervantes.   Dan kita berbahagia. Dan kita berpura-pura.   Goenawan Mohamad, 2011   Don Quixote disebut-sebut sebagai karya modern pertama di dunia Barat sekaligus cer...

Cerpen: "Tuhan Tak Pernah Gagal"

Tuhan Tak Pernah Gagal Perempuan itu tinggi semampai, berambut panjang, bermata besar, dan begitu mempesona. Kulitnya langsat dan gestur tubuhnya mencuri pandangan setiap murid ketika masih sekolah. Di balik keterbatasannya yang tak kasat mata, ia adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Hatiku berdegup kencang tiap kali mengingatnya. Di umur dua belas tahun, aku dan dia berada di frekuensi  yang sama. Kami bisa melihat birunya langit, hijaunya dedaunan, dan senyum getir yang kerapkali diperlihatkan orang tua kami. Aku bisa mendapat ketenangan dengan menyaksikan detail di setiap bangunan, kendaraan-kendaraan di jalan raya, hingga membaca raut muka para siswa di sekolah itu. Aku pun bertanya-tanya ketika merasakan pandangan berbeda yang diberikan orang-orang kepadaku saat dijalanan atau taman. Seolah mereka tak maklum akan keheningan yang menyelimuti duniaku, dan keinginanku yang begitu besar untuk memahami dunia. Namun, para pembimbing di sekolah luar biasa berbeda dengan dunia yang g...